Muhammad Willy Ardiansyah Blogs

Just another WordPress.com weblog

DUA HAL KECIL DIMATA MANUSIA, BESAR DI SISI ALLAH SWT DAN ADAB-ADAB BUANG AIR KECIL

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu , beliau berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda, ‘Sungguh keduanya sedang disiksa, mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari  kencing, sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namimah.’ Kemudian beliau mengambil pelepah basah, beliau belah jadi dua, lalu beliau tancapkan di atas masing-masing kubur satu potong. Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini ?’ Beliau menjawab, ‘Semoga mereka diringankan siksaannya selama keduanya belum kering.” “(HR.BUKHARI )

Islam adalah agama yang menjaga kebersihan dan kesucian, dahulu bangsa Arab belum mengenal kamar mandi/toilet, ketika mereka hendak membuang hajatnya, mereka pergi ke padang pasir dan membuang hajatnya, kemudian mereka juga belum mengenal bagaimana tata cara membersihkan hajatnya, Islam datang dibawa oleh Rasulullah saw untuk mengenalkan kepada orang-orang dan sekaligus menyempurnakan akhlak.

Didalam hadits yang kita bahas ini mengajarkan supaya kita berhati-hati terhadap hal yang kita anggap kecil atau remeh akan tetapi dosanya sangat besar disisi Allah swt, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Suatu kali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati salah satu kebun di Madinah. Tiba-tiba beliau mendengar suara dua orang yang sedang di siksa di alam kuburnya. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda” :

“Keduanya diazab, tetapi tidak karena masalah besar (dalam anggapan keduanya) lalu bersabda – benar (dalam riwayat lain : Sesungguhnya ia masalah besar) salah satunya tidak meletakkan sesuatu untuk melindungi diri dari percikan kencingnya dan yang satu lagi suka mengadu domba”. (Hadits Riwayat Bukhari)

Ada 15 sunnah bahkan lebih yang dapat kita amalkan ketika kita berada di kamar mandi, Rasulullah saw datang kepada umat ini untuk memperbaiki dan menyempurnakan Akhlak manusia, lalu manusia merasa takjub dan berkata,” sesungguhnya Rasulullah mengajarkan kepada para sahabatnya dalam segala hal. Sampai-sampai Rasulullah mengajarkan bagaimana tata cara kita beradab ketika membuang hajat.

Manusia masuk ke dalam Toilet untuk membuang hajatnya, toilet merupakan tempat yang kotor, jijik bagi manusia karena disana merupakan tempat membuang kotoran manusia, namun Rasulullah saw mengubah hal ini, sehingga menjadikan tempat ini dapat mendatangkan pahala dalam bermuamalah dengan Allah, sehingga seseorang dari kita apabila masuk ke dalam kamar mandi akan mendapatkan pahala yang sangat banyak, dan dia bisa mendapapatkan lebih dari 15 sunnah daripada sunnah-sunah Rasulullah saw.

Adapun sunnah-sunnah tersebut adalah:

  • Menanggalkan cincin atau benda yang disebutkan nama Allah swt agar dia tidak masuk kedalam kamar mandi dengan membawa lafadz-lafadz nama Allah dan Rasulullah saw.
  • Membaca Doa atau Dzikir ketika masuk kedalam kamar mandi/toilet untuk memohon perlindungan daripada syaitan,sebagaimana doa yang telah kita hapal:

بِسْمِ اللهِ ,اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ                                       

 “Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan setan laki-laki dan perem-puan”. Maka hal ini akan melindunginya daripada syetan yang berkumpul dikamar mandi/toilet.

  • Menutup Kepala
  • Memakai alas kaki agar tidak terinjak najis.
  • Mengangkat pakaiannya agar tidak terkena najis, kemudian lepas kembali celananya ketika akan menunaikan sholat.
  • Masuk kekamar mandi/toilet dengan kaki kiri
  • Dan tidak menyebut nama Allah swt selama didalam kamar mandi/toilet
  • Tidak boleh berbicara (membaca Koran, telp, atau lainnya) karena Rasulullah saw membenci berbicara didalam kamar mandi. Maka apabila ada seseorang memanggilnya, hendaklah dia berdehem agar orang itu mengetahui dia berada didalam kamar mandi/toilet.
  • Kalau memungkinkan jangan “bertelanjang”, karena nabi tidak menyukai hal ini, Rasulullah saw bersabda: Allah lebih berhak untuk engkau malu Kepada Nya.”, maka apabila ada seseorang ingin membuang hajatnya, angkatlah pakaiannya sekedar untuk membuang air saja.
  • Disunnahkan berdoa dengan doa penutup yaitu: “ Bismillahilladzi Laa ilaha Illaa huu..”Dengan menyebut nama Allah bahwa tidak ada tuhan selain Dia”.dikabarkan bahwa barang siapa yang membaca doa ini, maka Allah akan menutup auratnya dari padangan jin dan mereka tidak dapat melihat auratnya. Allah swt berfirman: “ Laki-laki yang suka menyucikan dirinya dan Allah mencintai orang-orang yang suci”. Dengan ini Nabi Muhammad saw mengajarkan kita tentang adab dalam beristinjak.

Apa itu Istinjak: istinjak adalah membersihkan dan membuang najis dari tempat keluarnya. Kita boleh menggabungkan batu dan air. pada saat ini, orang menggunakan tisu dan air. Orang Arab dan orang-orang dahulu tidak mengetahui cara istinjak dari hal kotor dengan menggunakan air, kecuali mereka mengetahui setelah datangnya Rasulullah saw. Dan Allah swt memuji sebagian masyarakat Madinah karena merekalah yang pertama kali mengamalkan tentang hal ini yaitu Ahli Quba`.

Allah swt berfirman tentang hal ini sebagaimana firman di atas tadi” Manusia yang suka bersuci” mengapa? Karena mereka menggabungkan batu dan air.  Maka di sunnahkan

  • Apabila seseorang mau beristinjak hendaknya menyapu najisnya dengan tisu dahulu kemudian di ikuti dengan air.
  • Di sunnahkan juga beristinjak dengan tangan kiri agar memuliakan tangan kanan.
  • Disunnahkan Berdehem-dehem yaitu istibro` , karena Rasulullah bersabda: kebanyakan dari adzab kubur adalah karena mengadu domba, dan tidak istibro` dari air kencing. Cara Istibro` adalah Menekan perut dibawah pusarnya sampai ke alat vitalnya sehingga keluar sisa-sisa air kencing dari badannya. Tidaklah dikenal seorang yang alim, seorang guru yang mengajar manusia segala perkara didalam kehidupan kecuali Rasulullah saw.

Di antara kita mungkin ada beranggapan ketika seseorang berada didalam kamar mandi/toilet adalah waktu yang sia-sia, kemudian dia melakukan hal-hal yang salah didalam nya, akan tetapi waktu yang digunakan ketika kita membuang hajat bukanlah waktu yang sia-sia akan tetapi dia adalah waktu yang digunakan untuk berfikir akan nikmat Allah swt. Dengan ini, Nabi Saw telah mengajarkan kepada kita apabila keluar dari kamar mandi/toilet, hendaklah keluar

  • Dengan menggunakan kaki kanan
  • Dan berdoa dengan doa yang mulia : ” Alhamdulillahilladzi azhaba `Annil aza wa `aa faanii”… “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoranku dan membuatku sehat”.

Dengan membaca doa ini kita senantiasa berfikir akan nikmat Allah, dan manusia dapat merasakan harapan yang besar kepada Allah, karena dia melihat pada dirinya sesuatu yang tidak diingininnya. Maka diharapkan setelah itu dia tidak menyombongkan diri kepada orang lain, inilah manfaat yang di dapat kan oleh manusia selama dia berada didalam kamar mandi/toilet.

Rasulullah saw bersabda: Janganlah dua orang keluar menuju ke kamar mandi dengan membuka auratnya serta berbicara, maka sesungguhnya Allah murka terhadap hal itu.(HR: Abu Daud).

Lalu bagaimana tata cara seseorang dalam membuang hajatnya, hendaklah seseorang mengangkat pakaiannya sekedar saja dan janganlah membuka seluruh auratnya. Kemudian duduk dan menekan kaki kiri maka ini dapat memudahkan keluarnya air kencing dan najis. Kemudian hal yang paling penting untuk kita perhatikan adalah berhati-hatilah dengan percikan air kencing, apabila dia berada di tempat yang terbuka, berhati-hatilah dengan angin yang dapat menyebabkan percikan air kencing, jangan kencing menghadap permukaan yang keras karena air kencing akan terpecik kembali sehingga menyebabkan pakainya akan menjadi najis dan kotor.

Termasuk yang paling penting adalah ketika berdiri selesai membuang hajat atau membuang air, jangan melihat najis yang keluar, dan janganlah meninggalkan najisnya sehingga meninggalkan bekas untuk orang lain.

Rasulullah saw dimuliakan dengan mukjizat bahwa bumi menelan apa yang keluar darinya. Namun baginda mengajarkan kepada kita agar jangan meninggalkan kesan najisnya, karena dapat menjijikan bagi orang lain sebagaimana yang berlaku di kamar mandi umum, diantara hal sunnah yang paling indah adalah manusia dapat merasakan bahwa segala perbuatakn kita terikat dengan perbuatan Nabi Saw didalam segala aspek kehidupan kita termasuk aspek yang kecil dan tersembunyi ini.” Katakan jika kamu sekalian mencintai Allah maka ikutilah Aku,Niscaya engkau akan di cintai oleh Allah SWT”.

Desember 16, 2013 - Posted by | BESAR DI SISI ALLAH SWT

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: