Muhammad Willy Ardiansyah Blogs

Just another WordPress.com weblog

Senyum itu adalah Sunnah Rasulullah saw

Nabi Muhammad saw  merupakan seseorang yang paling banyak senyum diantara para sahabatnya, tidaklah nabi  ketika berbicara kecuali nabi selalu menampakkan senyum nya, beginilah hari-hari yang dijalani oleh Rasulullah saw.

Ketika Rasulullah saw tersenyum maka dinding-dinding yang ada dirumahnya akan bersinar maksudnya adalah karena cahaya wajah Rasulullah saw menyinari seluruh dinding-dinding yang ada didalam ruangan, sebagian diriwayatkan ketika Rasulullah saw  dalam keadaan gembira seakan-akan matahari dan bulan berjalan diantara wajahnya ( cahaya wajah Rasulullah saw bersinar ketika Rasulullah dalam keadaan bahagia/ mendapat kabar gembira dan juga rahmat dan kelembutan yang ada pada rasulullah saw ).

Sungguh sangat indah sekali apa yang ada pada Rasulullah saw, karena sebagian besar dari kehidupan Rasulullah saw adalah dengan tersenyum, sehingga salah seorang sahabat Rasulullah berkata: semenjak aku masuk kedalam islam tidak ada yang membuatku sangat kagum pada Rasulullah dan tidak pula aku melihatnya kecuali beliau selalu tersenyum, Subhaanallah ini pandangan yang sangat indah, bagaimana manusia bisa mengetahui Rasulullah saw selama bertahun-tahun hidup bersamanya dan bagaimana ketika bertemu dan engkau melihat Rasulullah saw,  Rasulullah saw selalu tersenyum.

Mari kita renungkan bagaimana kalau kita bertemu dengan saudara atau sahabat kita yang ketika keluar dari rumahnya dan bertemu dengan kita dengan wajah suram ataupun masam tanpa senyum, ketika berjalan dengan muka masam, dikantor dengan wajah suram dan masam tanpa ada senyuman seakan-akan dunia ini begitu sempit baginya dan kita yang melihatpun tentu tidak akan senang, tapi coba kita lihat bagaimana seseorang ketika bangun dari tidurnya dan istrinya melihat sang suami dalam keadaan tersenyum sungguh indah dunia rasanya, ketika seseorang keluar dari rumahnya ia tersenyum dengan pembantunya, ketika berada dikantor tersenyum dengan bawahannya, ataupun ketika ia bekerja ia tersenyum dengan sahabat-sahabatnya, sungguh ia mendapatkan pahala yang sangat banyak karena ketika ia memberikan senyumannya kepada salah seorang ia mendapatkan 10 pahala, coba kita bayangkan berapa banyak pahala yang didapat oleh seseorang ketika ia memberikan senyuman. Karena senyum diwajahmu ini bukan merupakan kebiasaan sebagaimana kebanyakan anggapan manusia,  akan tetapi senyum itu adalah ibadah.

Mari kita lihat salah satu hadits, Rasulullah saw beersabda: “senyum mu kepada saudaramu adalah sedekah”. Dalam hadits yang lain dikatakan bahwasanya setiap kali sahabat rasulullah Abu Darda berbicara beliau selalu tersenyum, sebagian para sahabat melihat hal demikian  berkata: wahai Abu Darda kalau orang-orang melihatmu seperti ini mereka akan menganggapmu lain, karena memang kebanyakan manusia apabila melihat orang yang selalu tersenyum mereka beranggapan wah mungkin orang ini ada kelainan, bukan murni dalam dirinya, mereka akan menganggapmu ada kelainan wahai Abu Darda, kemudian Abu darda berkata: tidaklah aku melihat Rasulullah saw ketika berbicara kecuali beliau selalu tersenyum. Hadits ini memberikan kita manfaat yang sangat besar:

Pertama:  Bahwasanya senyum tidaklah menjadikan seseorang itu menjadi rendah akan tetapi senyum akan mengangkat harga diri atau kewibawaan seseorang.

Kedua: Abu darda adalah yang banyak mengikuti sunah-sunah nabi begitu juga dengan para sahabat lainnya mereka yang paling banyak mengikuti sunah-sunah nabi, Abu Darda melakukan hal demikian bukan karena senyum itu kebiasaannya akan tetapi senyum itu merupakan sunah nabi saw, sehingga para sahabat-sahabatpun meneladani sunah-sunah rasulullah saw meskipun itu hanya senyum.

Nabi Muhammad saw adalah orang yang paling banyak senyum nya apakah itu kepada orang dewasa, tua, anak kecil, kaum wanita, suatu ketika pada akhir hayatnya Rasulullah saw mengalami sakit keras yang mana sakit ini menyebabkan beliau meninggal dunia pada sholat fajar, sebelum meninggal dunia di kamarnya beliau keluar melihat para sahabat-sahabatnya dan tersenyum kepada sahabat-sahabatnya, masya`allah akhir hayat Rasulullah saw pun masih tersenyum kepada para sahabat-sahabatnya.

Lalu bagaimana dengan kita saudara-saudaraku yang jauh dari sunah-sunah Rasulullah saw, semoga kita selalu memberikan senyuman terhadap sesama, berapa banyak kita senyum dalam sehari? Mari budayakan senyum karena senyum bukan merupakan suatu kebiasaan akan tetapi senyum adalah ibadah.wallahu`alam

“Katakan lah jika engkau mencintai Allah maka ikutilah Aku ( Rasulullah) niscaya engkau akan di cintai oleh Allah swt”.

September 9, 2011 - Posted by | Senyum adalah sunnah rasulullah saw

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: