Muhammad Willy Ardiansyah Blogs

Just another WordPress.com weblog

10 CARA MUSLIMAH MENGHADAPI BULAN ROMADHAN

Cara Pertama : Romadhan ni`mat yang wajib di syukuri

Saudariku muslimah, sesungguhnya bulan romadhan merupakan ni`mat terbesar dari Allah swt kepada hamba-hambanya yang beriman, karena romadhan adalah bulan diturunkannya rahmat, bulan yang didalamnya mengampuni hamba-hambanya dari segala dosa dan keburukan, bulan yang didalamnya meningkatkan pahala dan derjat seseorang, dan bulan yang didalamnya terbebas seorang hamba dari api neraka, Rasulullah saw bersabda: “Apabila datang bulan romadhan maka terbukalah pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu jahannam, dan dibelenggunya para syaithan”.” Dan barang siapa yang mendirikan romadhan dengan keimanan dan penghisaban diri maka diampunilah segala dosa-dosanya yang terdahulu”.(HR.Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits qudsi disebutkan “ Setiap amalan anak adam adalah baginya kecuali puasa, sesungguhnya untuk ku dan aku yang akan memberikan ganjarannya”. Rasulullah saw juga bersabda: “Sesungguhnya Allah swt setiap hari dan malamnya membebaskan manusia dari api neraka pada bulan romadhan, dan setiap muslim yang berdoa maka di ijabah oleh Allah swt permohonan mereka”.(HR.Ahmad dengan sanad shohih), dan dalam bulan romadhan ada malam lailatul qadar, Allah swt berfirman: “ Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”.(Al-Qadar ayat 3).

Wahai saudariku muslimah ini adalah sebagian dari keutamaan bulan romadhan , bulan ini menjelaskan tentang besarnya ni`mat Allah kepada kita, dengan mengencangkan diri dan berbuat amalan sekuat-kuatnya dengan shiam dan qiyam dimalam harinya, berapa banyak saudari-saudari kita pada tahun yang lalu berpuasa pada bulan romadhan, tapi tahun ini mereka telah tiada, bersyukurlah saudariku terhadap ni`mat ini dan jangan di sia-sia kan, dan jangan lah menerima bulan romadhan ini dengan kemaksiatan yang merusak pahala ni`mat yang besar diberikan oleh Allah ini kepada anda, karena kemaksiatan yang anda lakukan akan mengkikis kenikmatan anda pada bulan ini, bersyukurlah atas ni`mat ini saudariku.

Cara Kedua : Bagaimana Menyambut Romadhan

Yang paling penting dalam menyambut bulan ini adalah dengan taubat yang sebenar-benarnya, sebagaimana firman Allah swt : “ dan bertaubatlah engkau seluruhnya kepada Allah wahai orang-orang mu`min agar engkau menjadi orang yang beruntung”. Yaitu dengan menghindari dan menghilangkan segala kemunkaran yang telah terbiasa dalam hari-harimu apakah itu ghibah, berbohong, namimah, musik, berbangga-bangga dengan perhiasan, serta bercampur baur dengan laki-laki yang bukan muhrim bagimu.

Dengan azam yang kuat dan keinginan yang tinggi dalam mengoptimalkan penuh bulan yang penuh berkah ini dengan amal-amal sholeh, tidak menghilangkan kesempatan emas ini dengan melakukan kegiatan yang tidak bermanfa`at, dengan memperbanyak dzikir, doa, memohon ampunan, dan membaca al-qur`an serta mentadabburinya, menjaga sholat lima waktu pada waktunya, dan laksanakan amalan-amalan ini penuh dengan kekhusyukan disertai dengan sunnah-sunnahnya setelah melakukan yang wajib, niscaya dirimu akan menjadi permata yang indah, dan disisi Allah engkau di ridhoi…

Cara ketiga : Mempelajari Hukum-Hukum Shiam ( Puasa )

Wajib bagi seorang muslimah mempelajari hukum-hukum shiam, baik itu wajibnya, sunnahnya, dan adab-adab nya, dengan mempelajari semua ini diharapkan shaumnya menjadi benar dan diterima oleh Allah swt, dalam hal ini saya akan mencoba membahas ringkas hukum shiam bagi muslimah:

1. Wajib berpuasa bagi muslimah yang telah berakal dan baligh serta mukim ( tidak dalam bepergian), mampu (tidak dalam keadaan sakit), dan bebas dari hal-hal yang dilarang dari berpuasa baik itu haid maupun nifas.

2. Apabila seorang wanita kelihatan sudah baligh ketika waktu siang harinya, maka wajib padanya berpuasa pada hari yang tersisa buat puasa, karena sudah termasuk dalam kategori wajib, dan tidak wajib baginya mengqodhonya pada bulan-bulan yang telah lalu karena hal demikian blom termasuk dalam kategori golongan yang wajib.

3. Disyaratkan niat dalam melaksanan shaum wajib, begitu juga pada shaum-shaum wajib lainnya, apakah itu shaum qodho` atau kaffarah, sebagaimana hadits Rasulullah mengatakan: “ tidak ada puasa bagi yang tidak meniatkan dimalam harinya”(HR.Abu daud). Apabila meniatkan shaum ( puasa) boleh diwaktu malam ataupun sebelum fajar adzan subuh maka niatnya sah.

4. Adapun hal-hal yang dapat merusak shaum (puasa) ada 7:

1. jima` (bersetubuh)

2. mengeluarkan manni baik sengaja dikeluarkan,menyentuhnya dan semisalnya.

3. makan dan minum

4. memikirkan makan dan minum ataupun hidangan makanan

5. mengeluarkan darah dengan hijamah

6. muntah dengan sengaja

7. keluar darah baik haid maupun nifas

5. Apabila seorang wanita muslimah haid melihat bercak putih, yaitu keluar putih dalam rahimnya setelah membersihkannya selesai haid yang mana diketahui bahwasanya dia telah suci, maka hendaklah dia meniatkan shaum nya pada malam harinya dan shaum ke esokan harinya, apabila dia tidak mengetahui bahwasanya dia telah suci maka hendaklah dia melihat dan membersihkannya dengan kapas ataupun semisal denganya, maka apabila dikeluarkan kapas itu dan melihat telah bersih maka hendaklah dia berpuasa, dan apabila masih ada darah haid maka hendaklah dia berbuka.

6. Hendaklah wanita tetap dan ridho terhadap haidnya karena haid merupakan sesuatu yang alami yang ada pada wanita, karena hal demikian merupakan ketentuan Allah pada wanita, hendaklah mereka tidak mencegahnya dari haid menggunakan obat-obatan ataupun lainnya, karena hal demikian sudah merupakan ketentuan cucu-cucu adam.

7. Apabila seorang wanita telah suci dari nifas nya sebelum mencapai 40 hari, maka hendaklah mereka berpuasa dan mandi wajib untuk melaksanakan kewajiban sholatnya, dan apabila telah sampai 40 hari niatkan shaum dan mandi nya, dan apabila darahnya berlanjut terus menerus itu merupakan darah istihadah kecuali apabila darah itu memang waktunya haid seperti biasanya maka ketika itu wanita dalam keadaan haid.

8. Adapun darah istihadah maka hal demikian tidak merusak syahnya puasa. Maka hendaklah mereka melanjutkan puasanya.

9. Pendapat yang paling kuat adalah orang yang hamil, menyusui di qiaskan kepada orang yang sedang sakit, maka boleh baginya untuk berbuka, tidak ada kewajiban baginya kecuali dengan mengqodhonya, sebagaimana Rasulullah saw bersabda : “ Sesungguhnya Allah swt meringankan bagi orang yang sedangkan musafir dalam keadaan puasa dan mengqoshor sholatnya, dan bagi yang hamil serta menyusui.

10. Tidak mengapa bagi wanita muslimah yang berpuasa mecicipi masakan karena suatu hajat ( kebutuhan mendesak), akan tetapi jangan sampai keluar dari batasnya, yaitu ketika mencicipi masakan itu dan mengeluarkannya kembali, maka hal demikian tidaklah merusak puasanya.

11. Disunnahkan untuk mempercepat berbuka sebelum sholat magrib, dan mengakhiri sahurnya, Rasulullah saw bersabda : “tidaklah jauh manusia dengan kebaikan dengan mempercepat berbukanya”.(HR.Bukhari dan Muslim).

Cara Keempat : Romadhan Merupakan Bulan Shaum, Bukan Bulan Mencicipi  Makanan

Wahai saudariku muslimah : Allah mewajibkan shaum romadhan untuk menjadikan manusia bersabar dan kuat pendiriannya, sehingga menjadi insan yang tegar terhadap dirinya, mengekang syahwatnya, dan menjadikan seorang hamba bertaqwa kepada Rabb Nya. Allah swt berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.( Al-Baqarah ayat 183).

Sebagian shalafussholeh ditanya , kenapa di syariatkan nya shaum? Mereka menjawab: agar orang-orang kaya merasakan kelaparan makanan sehingga tidak melupakan orang-orang fakir dan miskin.

Sungguh fenomena yang banyak terjadi pada bulan ini yang dapat kita lihat adalah kebanyakan manusia berlebih-lebihan dalam makanan dan minumannya pada bulan romadhan ini, bahkan sebagian mereka menjadikan makanan bagi keluarga mereka melebihi dari bulan-bulan selain romadhan dalam tahunnya, hanya mereka yang mendapatkan rahmat Nya lah yang tidak melakukan hal demikian, begitu juga para wanita muslimah terlalu ambil hal penting dalam masakan mereka di siang harinya dan berjam-jam didapur menyediakan makanan dan berbagai minuman, lalu kapan mereka membaca Al-qur`an?? Kapan mereka berdzikir kepada Allah?? Dan kapan mereka memperbanyak doa dan memohon ampunan???

Kapan mereka mempelajari hukum-hukum puasa dan adab-adab qiyam romadhan?? Kapan mereka menjadikan waktunya Ta`at kepada Allah swt??? Perhatikan saudariku muslimah, barang siapa yang menghilangkan waktunya pada bulan romadhan ini selain ta`at dan beribadah kepada Allah swt, sungguh mereka telah rugi dan celaka, siapa yang mengetahui romadhan akan tetapi dia tidak mendapat ampunan Allah Azza wajalla, na`udzu billahi min zaalik.

Cara kelima : Romadhan Adalah Bulan  Al-Qur`an

Bulan romadhan adalah bulan khusus Al-qur`an tidak seperti bulan-bulan lainnya, Allah swt berfirman: “ (beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”

Romadhan dan Al-qur`an selalu berdampingan bersamaan, apabila disebutkan romadhan maka disebutkan lah al-qur`an, sebagian para salafussholeh memperbanyak tilawah Al-Qur`an pada bulan romadhan, sebagian mereka mengkhatamkan Al-Qur`an pada bulan romadhan setiap tiga malamnya, sebagian mereka setiap persepuluh romadhan, dan sebagian mereka mengkhatamkan Al-qur`an pada 10 akhir romadhan setiap malamnya.

Guru Imam Malik apabila memasuki romadhan berkata: sesungguhnya bulan ini adalah bulan tilawah Al-Qur`an dan memberikan makanan orang yang membutuhkan, sedangkan Imam Malik apabila memasuki romadhan beliau meninggalkan membaca hadits dan majlis Ilmu, beliau menyibukkan dirinya dengan tilawah Al-qur`an dengan mushafnya.

Salah seorang ulama mengatakan: adapun sufyan At-tsauri apabila memasuki romadhan beliau meninggalkan seluruh ibadahnya dan menyibukkan dirinya dengan tilawah Al-Qur`an, wahai saudariku muslimah hendaklah dirimu menjadikan wiridmu adalah tilawah al-qur`an, karena hal itu menghidupkan hatimu, mensucikan dirimu, dan menjadikan khusyu anggota badanmu, karena dengan tilawah Al-qur`an menjadikan syafa`at pada hari kiamat, Rasulullah saw bersabda : “Shaum dan Al-Qur`an keduanya menjadikan seorang hamba mendapatkan syafa`at pada hari kiamat, Al-Qur`an berkata kepada orang-orang yang shaum romadhan: dimana orang-orang yang mencegah makanan dan syahwatnya, maka aku akan menjadi syafa`atnya, Al-Qur`an berkata : dia telah menjadikan ku sibuk dengan tidak tidur  dimalam harinya maka aku akan memberikan syafa`atnya.( HR.Ahmad dan Al-Hakim sanad Shohih).

Cara Keenam : Bulan Romadhan Adalah bulan kebaikan dan  Kedermawanan

Saudariku muslimah : Nabi kita Muhammad saw berpesan kepada para wanita agar memperbanyak shodaqoh : wahai para wanita perbanyaklah bersedekah dan memohon ampunan, karena aku melihat kalian lebih banyak yang menghuni neraka” (HR.Muslim), Rasulullah saw bersabda : “ Bersedekahlah wahai para wanita meskipun dengan perhiasanmu”(HR.Bukhari).

Diriwayatkan oleh Ummul Mu`minin A`isyah rah bahwasanya beliau bersedekah setiap harinya seratus ribu dirham, dan beliau pada sa`at itu sedang melaksanakan shaum, maka berkatalah pembantunya kepada siti A`isyah : wahai A`isyah apakah kamu mampu menginfakkan dan membeli daging-daging buat mereka untuk mereka yang akan berbuka?? Beliau menjawab : kalau lah kamu ingatkan itu kepadaku niscaya akan aku lakukan !!!!

Adapun dermawan dalam bulan romadhan sesungguhnya lebih utama daripada dermawan selain dalam bulan romadhan, disebutkan bahwasanya Rasulullah saw dalam bulan romadhan sangat dermawan  melebihi hari-hari yang lainnya, baik itu dari segi ilmu maupun hartanya, bahkan lebih dermawan dari dirinya sendiri karena mengutamakan untuk memperlihatkan dakwah agamanya dan hidayah kepada umatnya. Sehingga Rasulullah saw memberikan manfa`at kepada mereka dari segala cara, apakah dengan memberi makanan bagi mereka yang kelaparan, apakah dengan nasehat bagi mereka yang jahil, apakah dengan melunasi hajat-hajat mereka yang sedang dalam kesusahan, atau dengan cara Rasulullah yang ikut bersama-sama merasakan kesusahan yang dipikul oleh mereka.

Jagalah wahai saudariku muslimah engkau memberi makan orang-orang yang berpuasa, karena didalamnya terdapat pahala ganjaran yang sangat besar disisi Allah swt, dan sebaik-baiknya kenikmatan, Rasulullah saw bersabda:  “Barang siapa memberi makan orang yang sedang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang sedang berpuasa, tidak dikurangi sedikitpun dari pahala orang yang berpuasa itu”(HR.Imam Ahmad sanad shohih).

Penulis juga pernah melihat beberapa wanita dimesir yang didampingi seorang ibu-ibu, mereka mencari-cari orang yang sedang berpuasa dan sangat membutuhkan, kemudian mereka memberikan makanan dan sejumlah uang kepada mereka, dan dalam masa yang sama mereka juga cemas kalau tidak ditemukan orang-orang yang sangat memerlukan bantuannya, Subhanallah merasa cemas kalau tidak menemukan orang-orang yang akan dibantunya, begitu juga ketika berada di Saudi Arabiah penulis menjumpai wanita yang membagi-bagikan uangnya kepada para pekerja di Haram Makkah dengan tangannya sendiri sambil berdzikir dan terus berdzikir, lalu bagaimana sifat kita wahai saudariku yang tidak terpikir bahkan tidak ada niat sedikitpun membantu mereka yang sangat membutuhkan.

Penulis juga pernah melihat seorang wanita yang bekerja kesehari-hariannya di kantor di Indonesia, di akhir romadhan wanita ini membagi-bagikan hasil jerih payahnya kepada mereka yang membutuhkan, suatu sa`at pernah penulis bertanya, sungguh mulia hidup anda wahai saudariku, wanita inipun menjawab: Aku ingin dari hasil kerja kerasku ini aku bagi untuk mereka yang tidak mampu dan sangat memerlukan bantuan, mudah-mudahan segala shodaqohku diterima oleh Allah swt dan mendapatkan balasan serta mensucikan harta-harta dan jiwaku, Subhanallah niat yang sangat mulia, dan tidak mustahil disana lebih banyak lagi para wanita muslimah yang dengan tangannya sendiri memberikan bantuan berjuta-juta uang dikeluarkan untuk memberikan bantuan kepada mereka yang sangat membutuhkan.

Cara Ketujuh : Romadhan Merupakan Bulan Qiyam

Wahai saudariku muslimah : Nabi kita Muhammad saw menegakkan qiyamul lail sampai-sampai kakinya mengalami kebangkakan, berkata siti A`isyah : Ya Rasulullah kenapa kamu melakukan itu padahal dirimu telah diampuni oleh Allah swt baik yang terdahulu maupun yang akan datang??? Nabi menjawab : Apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang bersyukur!!..(HR.Bukhari dan Muslim), Nabi Muhammad saw bersabda : “ barang siapa yang menegakkan romadhan dengan iman dan penghisaban diri maka diampunilah dosa-dosanya yang terdahulu’(HR.Muttafak `alaihi).

Adapun para wanita yang melaksanakan sholat dimesjid, baik itu sholat tarawih ataupun sholat lainnya, maka sholat dirumah lebih baik baginya, sebagaimana Rasulullah saw bersabda: “ Janganlah kalian melarang istri-istrimu sholat di mesjid, sedangkan rumah mereka lebih utama baginya, akan tetapi tidak mengapa dalam sa`at seperti sekarang ini wanita pergi ke mesjid dengan sekalian diniatkan menuntut ilmu, mendengarkan ceramah agama yang disampaikan oleh ulama-ulama kita, karena dirumah pun mereka tidaklah diajari oleh suaminya agama, maka tidak mengapa mereka ke mesjid melakukan sholat lima waktu, sholat tarawih dan menuntut ilmu.

Karena dengan mereka ke mesjid ilmu mereka bertambah dan menjadi seorang istri yang sholehah sebagai dambaan suaminya, apabila suaminya tidak dapat mengajarinya agama dirumah, karena dengan mereka pergi ke mesjid dan mendalami agama itu lebih baik bagi mereka daripada mereka menampakkan perhiasan mereka diluar rumah dan membangga-banggakan baju dan perhiasan mereka.

Hendaklah mereka menjaga adab-adab keluar mesjid dengan tidak bercampur baur dengan laki-laki yang bukan muhrim baginya, dan menghindari sendirian didalam mobil tanpa ada seorang wanitapun didalamnya karena hal demikian akan membuat jiwa-jiwa manusia terbangkit nafsunya karena dengan kesendiriannya, dan menjauhi memakai wangi-wangian yang membangkitkan nafsu para laki-laki yang akan siap menggodanya ataupun berbuat jahat baginya.

Begitupula apabila seorang wanita muslimah hendak berpergian ke mesjid tidak membawa anak-anak mereka yang masih kecil, apabila mereka tidak sabar dengan kesibukan sholat dengan tangisan dan teriakan mereka, karena hal demikian akan mengganggu orang-orang yang melaksanakan sholat.

Cara Kedelapan : Romadhan Adalah Shaum Bagi Anggota Badannya

Saudariku Muslimah : Ketahuilah orang yang shaum adalah mereka yang berpuasa anggota badan nya dari segala dosa, mereka menjaga matanya dari melihat yang haram, menjaga pendengarannya dari mendengarkan yang diharamkan oleh Allah, baik itu kebohongan, ghibah, namimah, nyanyi-nyaian dan dari segala hal yang batil, mereka yang berpuasa menjaga tangannnya dari menyentuh yang diharamkan oleh Allah, kakinya berpuasa dari berjalan ketempat-tempat yang diharamkan oleh Allah, dan lidahnya berpuasa dari bohong, caci-makian, dan perkataan yang tidak ada manfaatnya, begitu juga perutnya berpuasa dari makan dan minum, kemaluannya dari hal-hal yang keji dan mungkar, apabila berbicara dia berbicara yang baik penuh hikmah dan manfaat bagi orang lain, dia tidaklah berbicara dengan perkataan yang mungkar yang dapat merusak pahala puasanya.

Mereka yang berpuasa menjaga menyakiti kaum muslimin dan muslimah lainnya, menghindari sifat-sifat dengki dan iri, karena dia mengetahui dosa yang paling besar adalah melakukan hal-hal demikian.Rasulullah saw bersabda : “ Apabila diantaramu melakukan puasa maka jangan lah mencaci-maki, jangan lah berkata jelek, apabila seseorang membuatmu marah, maka katakanlah kepadanya : sesungguhnya aku sedang dalam keadaan puasa.

Adapun mereka yang berpuasa dari makanan dan minuman saja, sedangkan mereka berbuka dengan daging-daging saudaranya yang mereka ghibahkan dan dosa lainnya, maka hal demikian Rasulullah saw mengatakan dalam haditsnya: “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala puasanya kecuali lapar dan dahaga”.(HR.Ahmad dan Ibnu Majah).

Cara Kesembilan : Amalan-Amalan Yang Harus Dijaga Selama Romadhan

Hendaklah bagi seorang wanita menjaga waktu-waktunya dibulan yang sangat mulia ini, sehingga mendapatkan kebahagian dan kemenangan pada hari kiamat kelak, dan hendaklah menjaga hari-harinya dan malam nya dengan mendekatkan diri kepada Nya supaya lebih dekat dengan surganya dan terhindar dari nerakanya, yaitu dengan ta`at kepada Allah dan menjauhi segala kemaksiatan kepadanya, dan hendaklah mereka menjaga waktu-waktunya dalam bulan romadhan ini:

1.  Tidak keluar dari rumah nya tanpa dengan mahramnya kecuali dalam keadaan darurat, atau ta`at kepada Allah dengan sebenar-benarnya atau ada keperluan hajat yang mendesak.

2.  Tidak menyibukkan dirinya pada bulan romadhan ini dengan banyak berbelanja baik baju-baju ataupun lain apalagi mendekati terakhir bulan romadhan, dan kalau lah ingin belanja keperluannya untuk hari raya hendaklah membelinya di awal-awal romadhan sehingga tidak mengganggu ibadahnya apalagi sepuluh terakhir bulan romadhan.

3.  Menghindari ziarah tanpa suatu tujuan yang penting, apabila ada suatu sebab seperti menjenguk orang sakit maka hendaklah menghindari duduk berlama-lama di dekat yang sakit karena hal demikian akan mengganggunya, kecuali kalau si sakit ridho dengan kedatangan kita.

4.  Menghindari majlis-majlis ataupun perkumpulan baik itu ghibah, namimah, bohong, mencaci dan menjelekan orang lain.

5.  Hindari segala sesuatu yang menghilangkan waktu yang sangat berharga ini dengan menonton film ataupun sinetron yang membuatmu rugi terhadap bulan yang sangat berharga ini yang dapat membuatmu bahagia di akhirat kelak, apabila seorang wanita muslimah menyibukkan dengan hal-hal demikian sungguh terlepas lah romadhan yang berharga ini darinya.

6.  Hindari berteman dengan sahabat-sahabat yang menjauhkanmu dari kebaikan bulan ini, dan hindari banyak tidur disang harinya yang membuat waktumu hilang begitu saja.

7.  Hindari banyak tidur, sebagian dari manusia ada yang tidur seetelah sholat fajar dan bangun mendekati waktu berbuka, shaum apakah ini???….

8. Hindari dengan menyibukkan diri dengan menyediakan waktu berbuka secara berlebihan dan menghilangkan waktunya untuk berdzikir dan beribadah.

9. Hindari dari menghilangkan waktumu begitu saja dengan asyik menelpon kekasihmu ataupun berlama-lama dengan fasilitas internet yang sangat di gandrungi oleh pemuda dan pemudi masa kini, karena hal demikian membuat iman mu lemah, gunakan lah waktumu dengan banyak tilawah al-qur`an dan mempelajari ilmu agama ataupun hadir dalam majlis ilmu karena hal ini bermanfa`at bagimu kelak daripada berlama-lama di dunia maya.

10. Menghindari dari pertengkaran antara sesama muslimah, baik berdebat karena sesuatu hal ataupun membuat dirimu menjadi emosi, dan katakanlah kepadanya “ Sesungguhnya aku sedang dalam keadaan puasa”.

Cara Kesepuluh : Sepuluh Akhir Romadhan

Wahai saudariku muslimah yang dicintai Allah swt : bulan romadhan hilang 20 hari tinggal lah sepuluh terakhir dalam bulan ini, waktu berharga ini ada didepan mata kita, dan pahala telah siap menanti kita, apabila waktu 20 hari itu telah hilang begitu saja maka jagalah 10 terakhir bulan romadhan ini, jagalah malam dan hari-harinya, karena suatu amal itu tergantung akhirnya.

Nabi kita Muhammad saw apabila memasuki akhir pada bulan romadhan mengencangkan kain sarungnya dan menghidupkan malam-malam nya, dan membangunkan keluarga dan istri-istrinya. ( HR.Muttafaik `alaihi). Demi Allah sungguh malam ini hanya tinggal sedikit, dan malamnya tinggal menghitung hari, maka beruntunglah orang yang menghidupkannya dan merugilah orang-orang yang menyia-nyiakannya.

Salah seorang wanita salafussholeh berkata pada suatu malam: “Sungguh telah pergi malam dan di tangan kita perjalanan yang jauh, persiapan kita tinggal sedikit, orang-orang sholeh telah mendahului kita, apakah kita sudah merasa yakin menyamai mereka!!!……”.

Dari keutamaan malam ini, Allah menjadikan akhir malam ini lailatul qadar yaitu malam-malam ganjil sepuluh terakhir romadhan ini, berkata Siti A`isyah rah, Rasulullah saw bersabda : “ Carilah malam-malam lailatul qadar itu dimalam-malam yang ganjil diakhir dari romadhan”.(HR.Muttafaik `alaihi). Lailatul qadar merupakan malam yang agung dan waktu yang sangat berharga, beribadah dimalam nya lebih baik daripada seribu bulan, sehingga nabi Muhammad saw bersabda : “Sesungguhnya bulan ini telah datang, didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang mengharamkan dirinya, maka sungguh telah haram kebaikan kepadanya, dan tidaklah ada yang mengharamkan kebaikannya kecuali orang-orang yang mengharamkannya”.

Bersungguh-sungguhlah dimalam ini wahai saudariku, sesungguhnya orang yang menghidupkan malam nya dan banyak beribadah pada malam-malam ini sungguh merekalah yang mendapat malam lailatul qadar yang sebenarnya insya`allah.

Doa lailatul qadar : Siti A`isyah berkata kepada Nabi Muhammad saw : Apabila aku mendapatkan malam lailatul Qadar apa yang harus aku ucapkan ? beliau menjawab : katakanlah : “ ALLAHUMMA INNAKA `AFUUWUN TUHIBBUL `AFWA FA`FU `ANHAA”.( HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi).

Semoga tulisan yang ringkas ini dapat bermanfa`at buat saudariku muslimah dan tentunya buat penulis sendiri yang selalu menginginkan kebaikan dan ingin mendapatkan keridhoan Allah swt semata, semoga Allah memudahkan kita untuk melakukannya. Dan tulisan yang ringkas ini sekaligus hadiah buat istriku tercinta, semoga Allah menjadikan kita ridho dengan menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah dan mencintai Allah dan Rasul nya melebihi kecintaan kita kepada yang lain.

Wallahu`alam Bisshowaab……………

Juli 28, 2010 - Posted by | 10 CARA MUSLIMAH MENGHADAPI BULAN ROMADHAN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: